Wartawan Tegak Lurus Tidak Mudah Dipengaruhi Oleh Tekanan Dari Pihak Manapun, Baik Itu Pemerintah, Korporasi, Atau Kelompok Tertentu.

adminNews9 months ago10 Views

JAKARTA, KABARNKRI.COM – Ketua Umum Ruang Jurnalis Nusantara Wadah Profesi Wartawan Arfendy CFLE menjelaskan fungsi tugas Wartawan profesional menulis, menganalisis, dan melaporkan peristiwa kepada khalayak melalui media massa secara teratur, memeriksa keautentikan informasi, dan melakukan wawancara kepada narasumber demi memperoleh informasi akurat. 

Jurnalis atau dikenal juga dengan wartawan adalah sebutan untuk seseorang yang melakukan kegiatan jurnalistik seperti menulis, menganalisis, dan melaporkan suatu peristiwa kepada publik lewat media massa secara teratur. 

Kegiatan jurnalistik dilakukan di berbagai media massa seperti koran, majalah, radio, televisi, juga media online. 

Jurnalis sering dianggap sebagai wakil dari suara masyarakat mengenai berbagai kejadian yang ada dan terjadi di masyarakat. 

Dalam produksi suatu pemberitaan, dilibatkan juga editor yang melakukan pemeriksaan isi konten untuk menjaga kualitas laporan.

Jurnalis merupakan pilihan pekerjaan yang cocok bagi kamu lulusan Ilmu Komunikasi. 

Dilansir dari mediabuser.co.id, bekal pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah terutama soal teknik menulis di media massa sangat membantu untuk terjun sebagai reporter maupun redaktur.

Untuk jadi reporter, selain perlu kemampuan public speaking, kamu wajib hukumnya membaca buku supaya up-to-date dengan berita terkini dan wawasanmu makin luas. 

Jadi harus selalu siap belajar hal-hal baru nya. Reporter juga wajib punya rasa percaya diri agar berani tampil di muka umum dan yakin atas informasi yang disampaikan. 

Yang nggak kalah penting adalah, reporter tidak boleh manja sebab pekerjaanmu sangat dinamis.

Diharapkan jurnalis mampu kerja secara profesional tanpa tergoda untuk menggadaikan idealismenya karena persoalan kesejahteraan. 

Meskipun begitu, tidak semua media massa bisa menerapkan hal tersebut.

Banyak orang menilai profesi jurnalis, khususnya wartawan, kerjanya cuma menulis, jalan-jalan, terus ketemu orang-orang penting. Tahukah, justru tingginya tuntutan pekerjaan wartawan membuatnya tak sempat untuk liburan. 

Wartawan juga tidak bisa bepergian ke daerah-daerah tanpa ada penugasan dari redaksi. Ketika tugas ke daerah pun belum tentu bisa menikmati daerah itu. 

Kemudian saat harus wawancara dengan narasumber, tak jarang harus berebut sama wartawan lain, badan terjepit saat doorstop adalah hal biasa.

Menulis, menganalisis, dan melaporkan suatu peristiwa kepada khalayak melalui media massa secara teratur.

Memeriksa keautentikan suatu informasi yang akan disampaikan.

Melakukan wawancara kepada narasumber demi memperoleh informasi akurat untuk disampaikan ke publik.

Menjaga komunikasi dengan warga dan narasumber untuk memastikan pemberian informasi berkelanjutan untuk kedua kalinya.

Kemampuan berpikir kritis

Kemampuan melakukan analisis

Kemampuan komunikasi

Kemampuan kerja tim

Penguasaan bahasa Indonesia 

Pemahaman jurnalistik

Jenjang karier sebagai jurnalis selalu dimulai dengan posisi reporter atau wartawan yang meliput langsung di lapangan. Kemampuan sebagai reporter merupakan bekal untuk menapaki jenjang karier selanjutnya, meski tetap mempertimbangkan performance kerja. 

Jenjang karier jurnalis bisa berbeda-beda tergantung media tempatnya bekerja, namun biasanya untuk media cetak dan media online memiliki pola jenjang yang hampir sama sedangkan media elektronik biasanya akan sedikit berbeda.

Reporter. Jurnalis di media cetak maupun di media elektronik (TV dan radio) memulai kariernya sebagai reporter yang bertugas meliput di lapangan. Pada tahap ini, beberapa juga menyebutnya sebagai video journalist dan stand upper

Beberapa media TV juga ada yang menyebutnya sebagai produser lapangan.

Asisten Redaktur/Asisten Produser. Ini adalah tahapan selanjut setelah seorang reporter mendapatkan promosi.

Redaktur/Produser. Peran seorang jurnalis untuk melakukan manajemen pemberitaan memiliki nama berbeda jika posisi tersebut dijabat di media cetak yang disebut sebagai Redaktur, sedangkan di media TV disebut sebagai Produser. 

Beberapa juga menyebut posisi ini sebagai Koordinator Liputan.

Redaktur Pelaksana/Produser Eksekutif. Sama seperti sebelumnya, penyebutan kedua posisi ini dibedakan tergantung dimana dia bekerja, apakah di media cetak atau elektronik. 

Untuk mencapai posisi ini, jika mengikuti perjalanan karier, umumnya lebih dari 15 tahun pengalaman.

Pimpinan Redaksi. Posisi kedua tertinggi dalam dunia pemberitaan dijabat oleh seorang Pimpinan Redaksi.

Pemimpin Redaksi. Ini merupakan posisi puncak dari perjalanan karier seorang Jurnalis. Seorang Pemimpin Redaksi diyakini telah memiliki pengalaman panjang dalam industri jurnalistik, dan memiliki kemampuan manajemen yang mumpuni.

Jika kamu ingin berkarier pada profesi ini, maka ilmu yang harus kamu kuasai adalah: Jurnalistik, Ilmu Komunikasi, Sastra Indonesia, Ilmu Hukum, Ilmu Ekonomi, dan semua bidang keilmuan.

Justru keisengannya untuk magang sebagai reporter berita di stasiun televisi swasta pada akhir masa kuliahnya membuatnya jatuh cinta pada dunia jurnalistik. 

Melihat betapa dinamisnya profesi ini, ada kegairahan juga tantangan. Akhirnya ia mengubah rencana kariernya, ia putar haluan dari yang tadinya bercita-cita jadi praktisi hukum kemudian memilih bekerja sebagai reporter, seperti diceritakan dalam Majalah Kartini.

Ia kerap menyaksikan beragam drama politik. Ia juga beruntung bisa melihat proses demokrasi dan ikut terlibat untuk menyampaikan informasi secara langsung pada publik kata Arfendy CFLE. 

Arfendy CFLE menambahkan 

Wartawan tegak lurus merujuk pada wartawan yang bertindak sesuai dengan kode etik jurnalistik, menjunjung tinggi kebenaran, dan tidak tunduk pada tekanan atau kepentingan tertentu. 

Wartawan tegak lurus mematuhi prinsip-prinsip jurnalistik yang etis, seperti independensi, akurasi, objektif, dan bertanggung jawab. 

Mereka berkomitmen untuk menyampaikan informasi yang benar dan akurat, serta menghindari penyebaran berita bohong atau menyesatkan. 

Wartawan tegak lurus tidak mudah dipengaruhi oleh tekanan dari pihak manapun, baik itu pemerintah, korporasi, atau kelompok tertentu. 

Mereka bertindak sebagai pengawas publik dan mewakili kepentingan masyarakat, bukan kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. 

Wartawan tegak lurus adalah mereka yang bekerja dengan baik, cerdas, dan mengagumkan dalam bidang jurnalistik. Narasumber Arfendy CFLE.

No tags for this post.

0 Votes: 0 Upvotes, 0 Downvotes (0 Points)

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
Join Us
  • Facebook38.5K
  • X Network32.1K
  • Behance56.2K
  • Instagram18.9K

Advertisement

Loading Next Post...
Follow
Sign In/Sign Up Sidebar Search Trending
Popular Now
Loading

Signing-in 3 seconds...

Signing-up 3 seconds...