
ACEH-SINGKIL, KABARNKRI.COM – Berkelang beberapa bulan Buaya Kembali menyerang seorang ibu rumah tangga Sabtu (8/1/2024)
Peristiwa kejadian salah seorang ibuk rumah tangga (IRT) dipagiharinya ibuk sawiyah iyanya berangkat untuk mencari nafkah mencari Udang di sebuah sungai disaat beraktivitas mencari udang scara tiba tiba sampan yang dia gunakan terjungkir karam, Sang ibu.
Lalu diterkam Buaya. korban bernama Ibu Sawiyah (63) tahun sampai saat ini belum ditemukan keberadaannya pencarian berlangsung dilakukan oleh warga dan pihak yang berwajib.
Pencarian menggunakan boot Robin. insiden Baya di aceh singkil kerap memangsa masyarakat Aceh singkil.
Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Singkil memiliki beberapa tanggung jawab terkait Insiden warga diterkam buaya,
Penanganan Konflik Manusia dan Buaya Menyelidiki lokasi kejadian dan mencari tahu penyebab konflik.
Mengambil tindakan mitigasi, seperti pemasangan rambu peringatan dan edukasi masyarakat. Jika diperlukan, melakukan evakuasi atau relokasi buaya yang dianggap berbahaya.
Memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang cara menghindari serangan buaya. Mengajarkan tindakan pencegahan, seperti tidak beraktivitas di daerah rawan serangan buaya pada waktu tertentu.seperti dipagi harin dan waktu senja.
Mengawasi habitat alami buaya agar tidak terganggu akibat perusakan lingkungan. Berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menjaga keseimbangan ekosistem.
Koordinasi dengan Pihak Terkait
Bekerja sama dengan pemerintah daerah, TNI/Polri, dan komunitas setempat untuk mitigasi konflik.
Menganalisis data dan membuat kebijakan jangka panjang dalam pengelolaan satwa liar. Jika ada kejadian, masyarakat dapat segera melapor ke BKSDA Aceh atau instansi terkait untuk mendapatkan respons cepat.
Pada hari ini, Sabtu, 8 Februari 2025, seorang ibu rumah tangga bernama Sawiyah (63 tahun), warga Desa Rantau Gedang, Kecamatan Singkil, Aceh Singkil, dilaporkan hilang setelah diduga diterkam buaya ganas. Peristiwa ini terjadi saat korban sedang mencari udang di sungai setempat.
Camat Singkil, Khairudin, telah mengonfirmasi identitas korban dan menyatakan bahwa upaya pencarian masih berlangsung.
Kejadian ini menambah daftar insiden serangan buaya di wilayah tersebut. Pada akhir Januari 2025, seorang ibu rumah tangga lainnya, Kaetek (59 tahun), juga mengalami serangan buaya saat mencari eceng gondok untuk pakan bebek di perairan Desa Teluk Rumbia, Kecamatan Singkil. Beruntung, korban selamat meskipun mengalami luka-luka.
Meningkatnya frekuensi serangan buaya ini menjadi perhatian serius bagi warga dan pihak berwenang setempat.
Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai dan perairan, serta meningkatkan kesadaran akan potensi bahaya serangan buaya.(Sahman Manik RED)
No tags for this post.



